Membuat Ulbab

ippandco.com


Waktu lagi asyik-asyiknya ngeblog, waktu smartphone belum ada dan OS semua ponsel masih embedded system atau paling bagus Symbian, waktu gue masih ganteng (dan sampai sekarang masih ganteng), gue meniatkan diri untuk tidak hanya menjadi penulis yang menghibur tetapi juga insightful.

Artinya, tulisan gue harus bermanfaat sekaligus menghibur meskipun seringkali hasilnya udah kayak dubur.

Gue mencoba menghidupkan itu kembali. Mencoba untuk otentik sama diri sendiri. Mencoba menjadi Zulfian, bukan orang lain. Mencoba memberikan karya dengan mutu yang lebih baik, bukan sekedar populer.

Kita semua tahu bahwa seorang penulis memulai kariernya dari membaca. Seorang penulis adalah pembaca, meskipun setiap pembaca belum tentu adalah seorang penulis. Gue mulai menemukan ulang diri gue dari sini.

Tekad butuh komitmen. Demi melancarkan niatan disiplin membaca, gue akan mengulas setiap buku yang sedang dibaca di sini. Membuat resensi. Ulasan. Namun bukan ulasan keseluruhan buku, melainkan ulasan setiap bab. Gue menyebutnya ulbab. Ulasan bab.

Mulai pekan depan, gue akan membuat satu ulbab setiap pekan. Ulbab gue dimulai dari buku yang dulunya jadi bahan skripsi (dan entah kenapa sampai sekarang nggak kelar-kelar dibaca). Judulnya "It is Not About the Coffee" karya Howard Behar. Bukunya insightful, beneran. Kalian mesti bakal suka deh.

...dan kalau ternyata gue belum bikin juga, jangan sungkan untuk 'teror' gue di facebook, ya. Hahaha.


Salam!

Update:
Gue udah bikin lanjutan post ini. Baca di sini, ya. Makasih, temen-temen. :)

Comments

Post a Comment

Popular Posts